Tim Gabungan, TNI Polri bersama Basarnas Berhasil Temukan Satu Korban Terakhir Banjir dan Tanah Longsor di Desa Batulayar Barat

Lombok Barat, GiriMenangNews –  Pencarian korban banjir dan tanah longsor yang  dilaporkan hilang terbawa arus a.n H. Suri yang berlangsung selama dua hari akhirnya membuahkan hasil. Pecarian tersebut diikuti oleh Komandan Korem (Danrem) 162/Wira Bhakti bersama Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram dan Kapolres Lombok Barat (Lobar) AKBP Wirasto Adi Nugroho, Kabag Ops AKP Dhafid Shiddiq, Tim Gabungan Basarnas dan TNI Polri, diamana pencarian sehari Sebelumnya belum ditemukan akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya korban yang ke lima Pukul 15.17 Wita, yang sebelumnya empat korban telah di temukan dan di makamkan di Dusun Batulayar Utara, Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar,  Selasa (7/12/2021).

“Upaya pencarian dilakukan oleh Tim Gabungan TNI Polri, untuk Polri dipimpin oleh Dir Samapta Polda NTB Kombes Pol. Frido Sitomorang, melakukan penyisiran terhadap jenazah, dimana penyisiran itu dilakukan dari titik dimana tersumbatnya aliran sungai itu, kurang lebih sejauh dua kilo meter sampai keatas. Penyisiran sampai di Rumah Korban yang hancur, kurang lebih 15 meter dari rumahnya itu, kemudian terhenti di Salah satu rumah keluarganya,” jelasnya.

“Saat ditemukan, posisi Korban tertimbun kayu dan batang pohon, di sampingnya terdapat sapi yang ikut tertimbun juga. Informasi dari keluarga korban,  Korban hendak mencoba untuk menyelamatkan sapinya, namun akhirnya terseret, dan korban ditemukan tidak jauh dari sapinya,” katanya.

“Akhirnya jenazah korban berhasil dievakuasi kerumah salah satu kerabat yang berrada didekat lokasi pengungsian. Untuk selanjutnya dilakukan pembersihan, memandikan dan disemayamkan. Sementara itu, terkait dengan pengungsi yang berada di Dususn Batulayar Utara, Desa Batulayar Barat tercatat kurang lebih sebanyak 300 orang, dan untuk ketersediaaan logistik masih mencukupi untuk beberapa hari kedepan, dari TNI Polri juga telah mendirikan dapur umum untuk keperluan masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor sejak dua hari lalu,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 1606/Mataram Kolonel Arm Gunawan berpesan, “kepada seluruh warga yang tertimpa musibah, terutama yang tinggal di sepanjang bantaran aliran sungai agar tetap waspada, mengingat cuaca ekstrim beberapa hari kedepan di wilayah Nusa Tenggara Barat belum bersahabat. Segera tinggalkan rumah jika hujan deras kembali melanda dan tetap waspada agar tidak menimbulkan korban jiwa seperti saat ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, “Kami akan tetap mengerahkan semua anggota kami untuk membantu warga yang tertimpa musibah dalam membersihkan puing puing pepohonan beserta sampah yang masih menghambat air di jembatan tersebut,”Pungkasnya. (YL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.